Google+ Badge

Jumat, 01 Maret 2013

Kespro Remaja



Tugas
Kesehatan Reproduksi remaja
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL (PMS) DAN HIV PADA REMAJA

Oleh :
                    Yuliana Makamban               K111 10 297


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan pinpinan-Nyalah makalah ini dapat terselesaikan.
Makalah ini membahas tentang Penyakit Menular Seksual (PMS) dan HIV pada remaja. Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular PMS, yaitu 3 juta kasus baru tiap tahun. Adapun factor-faktor penyebab, pencegahan dan pengobatan dibahas pula dalam makalah ini.
Namun, kami menyadari bahwa makalah ini masih terdapat banyak kekurangan. Karena itu, saran dan kritik yang bersifat membangun sangat kami harapkan.

                                                                                    Makassar, februari 2013

                                                                                    Penulis.











BAB I
PENDAHULUAN
A.    LATAR BELAKANG
Kelompok remaja dan dewasa muda (15-24 tahun) adalah kelompok umur yang memiliki risiko paling tinggi untuk tertular PMS, 3 juta kasus baru tiap tahun adalah dari kelompok ini. Hampir seluruh PMS dapat diobati.  Namun, bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resisten terhadap berbagai antibiotik generasi lama.  PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan. 
B.     RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari makalah ini adalah :
1.      Apa definisi PMS dan HIV?
2.      Bagaimana perilaku remaja yang membuat remaja berisiko terhadap PMS dan HIV?
3.      Apa yang menyebabkan remaja terinfeksi PMS dan HIV?
4.      Bagaimana penanggulangan PMS dan HIV dikalangan  remaja baik pencegahan maupun pengobatannya?
5.      Apa saja hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan PMS dan HIV dikalangan remaja?

C.    TUJUAN
a)      Tujuan Umum
Untuk mengetahui PMS dan HIV pada remaja.
b)      Tujuan Khusus
1.      Untuk mengetahui definisi PMS dan HIV.
2.      Untuk mengetahui perilaku remaja yang membuat remaja berisiko terhadap PMS dan HIV.
3.      Untuk mengetahui penyebabkan remaja terinfeksi PMS dan HIV.
4.      Untuk mengetahui penanggulangan PMS dan HIV dikalangan  remaja baik pencegahan maupun pengobatannya.
5.      Untuk mengetahui hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan PMS dan HIV dikalangan remaja.

D.    MANFAAT PENELITIAN
Adapun manfaat dari makalah ini adalah kita dapat mengetahui :
1.      Definisi PMS dan HIV.
2.      Perilaku remaja yang membuat remaja beresiko terhadap PMS dan HIV.
3.      Penyebab remaja terinfeksi PMS dan HIV.
4.      Penanggulangan PMS dan HIV di kalangan remaja baik pencegahan maupun pengobatannya.
5.      Hasil-hasil penelitian yang berkaitan dengan PMS dan HIV di kalangan remaja.














BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN
Penyakit Menular Seksual adalah penyakit yang penularannya melalui hubungan seksual.Bagian tubuh yang diserag adalah alat kelamin, alat reproduksi, saluran urin, dan anus. Penyakit ini timbul karea melakukan seks bebas.
Penyakit menular seksual, atau PMS adalah berbagai infeksi yang dapat menular dari satu orang ke orang yang lain melalui kontak seksual. PMS juga dapat diartikan sebagai Penyakit penyakit yang penularannya melalui hubungan seksual. Bagian tubuh yang diserag adalah alat kelamin, alat reproduksi, saluran urin, dan anus. Penyakit ini timbul karea melakukan seks babas. Penyakit menular seksual (PMS) atau kadang-kadang disebut infeksi menular seksual (IMS) adalah penyakit yang menyebar melalui hubungan seks. Orang awam lebih sering menyebutnya penyakit kelamin. PMS ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan lesi penyakit. Selain melalui kontak seksual, PMS juga dapat menular lewat penggunaan bersama jarum suntik  dan dari ibu ke anak sebelum, selama atau setelah persalinan.
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa. Manusia yang terkena virus HIV, tidak langsung menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.
B.     PERILAKU REMAJA YANG DAPAT MENYEBABKAN REMAJA BERISIKO TERKENA PMS DAN HIV
Hal-hal yang dapat menyebabkan remaja berisiko terkena PMS dan HIV adalah sebagai berikut :
Ø norma moral yang menurun
Ø kurangnya pemahaman tentang seksualitas dan PMS
Ø transportasi yang makin lancar, mobilitas tinggi
Ø urbanisasi dan pengangguran
Ø kemiskinan
Ø pengetahuan
Ø pelacuran

C.    PENYEBAB REMAJA TERINFEKSI PMS DAN HIV
Salah satu penyebab remaja terinfeksi PMS dan HIV adalah karena melakukan seks bebas. Selain itu, penggunaan narkoba, obat-obat terlarang serta menggunakan alat suntik yang sama secara bergantian juga dapat menyebabkan remaja terinfeksi PMS dan HIV.
D.    CARA PENANGGULANGAN
1.      Pencegahan
PMS dan HIV dapat dicegah dengan cara sebagai berikut ;
Ø  Memastikan jarum suntik yang kita pakai steril (ketika kita butuh untuk disuntik)
Pencegahan penyakit menular seksual yang berikutnya adalah dengan cara memastikan jarum suntik yang kita pakai steril dan tidak pernah dipakai oleh orang yang mengidap PMS. Selain tertular lewat hubungan seksual, PMS juga ditularkan melalui jarum suntik yang habis dipakai oleh pengidap PMS. Bagaimana cara memastikan bahwa jarum suntik yang kita pakai di rumah sakit tersebut steril? Sebagai pasien, kita berhak bertanya kepada dokter apakah jarum suntik yang dipakai steril. Jangan segan-segan untuk meminta jarum suntik yang steril karena hal tersebut adalah hak kita sebagai pasien.
Ø  Menjaga kesehatan organ intim . Pencegahan penyakit menular seksual berikutnya adalah berusaha untuk tetap membersihkan organ intim dan menjaga kesehatannya. Kadang-kadang kita mungkin sering sembrono dengan membiarkan begitu saja atau dibersihkan ala kadarnya atas organ intim kita. Padahal tentunya organ intim membutuhkan penanganan dan perawatan khusus. Ada ungkapan yang menyatakan bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati. Itu sebabnya pencegahan penyakit menular seksual merupakan langkah yang paling tepat daripada mengobati. Pencegahan artinya waspada sedangkan mengobati berarti memperbaiki sesuatu yang sudah rusak.
Ø  Memberikan penyuluhan akan bahayanya penyakit menular seksual untuk itu mereka harus mengerti akan arti pentingnya pencegahan penyakit menular seksual.
Ø  Memberitahu bagaimana cara-cara dalam pencegahan penyakit menular seksual.
Ø  Memberitahukan akan arti pentingnya pencegahan penyakit menular seksual.
Ø  Memberikan kesadaran apa akibat bila tidak bisa menjaga kebersihan organ intim.
Ø  Pencegahan penularan melalui hubungan seksual. Pastikan untuk tidak berhubungan seks dengan orang yang terinveksi virus HIV. Berganti-ganti pasangan seksual sangat beresiko tinggi mudah tertular virus HIV.
Ø  Pencegahan penularan melalui transfusi darah. Pastikan bahwa darah yang akan di transfusi steril dari kontaminasi virus HIV.
Ø  Pencegahan penularan melalui penyalah gunaan obat. Penyalah gunaan narkoba dengan jarum suntik sangat mudah sekali menularkan virus HIV.
Ø  Pencegahan penularan melalui alat tidak steril. Setiap alat yang di gunakan untuk orang banyak yang beresiko membawa virus HIV harus disterilkan terlebih dahulu dengan menggunakan lisol, detol, atau alkohol.
Ø  Pencegahan penularan melalui pola hidup sehat. Orang-orang yang memiliki kebiasaan seks bebas, bertato, pemakaian narkoba dengan jarum termasuk mereka yang beresiko tinggi terkena AIDS. Untuk itu perlu mengubah kebiasaan untuk hidup lebih sehat dan aman.
2.      Pengobatan
Hampir seluruh PMS dapat diobati.  Namun, bahkan PMS yang mudah diobati seperti gonore telah menjadi resisten terhadap berbagai antibiotik generasi lama.  PMS lain, seperti herpes, AIDS, dan kutil kelamin, seluruhnya adalah PMS yang disebabkan oleh virus, tidak dapat disembuhkan.  Beberapa dari infeksi tersebut sangat tidak mengenakkan, sementara yang lainnya bahkan dapat mematikan.  Sifilis, AIDS, kutil kelamin, herpes, hepatitis, dan bahkan gonore seluruhnya sudah pernah dikenal sebagai penyebab kematian.  Beberapa PMS dapat berlanjut pada berbagai kondisi seperti Penyakit Radang Panggul (PRP), kanker serviks dan berbagai komplikasi kehamilan.  Sehingga, pendidikan mengenai penyakit ini dan upaya-upaya pencegahan penting untuk dilakukan.

E.     HASIL-HASIL PENELITIAN TENTANG PMS DAN HIV PADA REMAJA
Ada banyak penelitian tentang PMS dan HIV pada remaja antara lain, penelitian Hari Basuki Notobroto pada tahun 1999 tentang Pengetahuan dan Sikap Siswa SMU dan Guru Bimbingan Konseling di Jawa Timur terhadap Penyakit Menular Seksual dan AIDS. Penelitian tentang Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual. Penelitian Dwi Wahyuningtyas tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Hiv/Aids Dengan Perilaku Seksual Remaja Di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen Jawa Tengah pada tahun 2009, dan penelitian Rida Bhakti Kencana tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Sikapterhadap Seks Pra Nikah.

Dari penelitian Hari Basuki Notobroto pada tahun 1999 tentang Pengetahuan dan Sikap Siswa SMU dan Guru Bimbingan Konseling di Jawa Timur terhadap Penyakit Menular Seksual dan AIDS, dapat diambil kesimpulan bahwa pengetahuan para responden siswa SMU maupun guru BK pada umumnya cukup baik sekalipun masih ada yang kurang. Demikian juga dalam sikap dimana siswa SMU pada umumnya memiliki sikap atau pendapat, sementara masih ada beberapa guru BK yang memiliki sikap atau pendapat yang kurang baik. Dalam rangka pencegahan penularan penyakit AIDS dikalangan remaja (sebagian besar adalah pelajar), maka peran guru sangat besar. Akan tetapi bila kenyataan menunjukkan bahwa pengetahuan dan sikap atau pendapat para guru tidak lebih baik dibandingkan pengetahuan dan sikap atau pendapat para pelajar, maka sangat perlu untuk terlebih dahulu mempersiapkan para guru, khususnya dalam pengetahuan mengenai penyakit AIDS, agar para guru nantinya dapat berperan sebagai nara sumber di sekolah (tempat kerja) dan memberikan informasi yang benar mengenai hal-hal tersebut.

Dari penelitian tentang Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual, menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang penyakit menular seksual termasuk dalam kategori kurang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan kajian dan literatur dalam mengatasi masalah penyakit menular seksual.

Dari penelitian Dwi Wahyuningtyas tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Hiv/Aids Dengan Perilaku Seksual Remaja Di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen Jawa Tengah pada tahun 2009, menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS dengan perilaku seksual remaja sebesar 40,1%. Hal ini berarti pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS berpengaruh terhadap  perilaku seksual remaja sebesar 40,1%, sedangkan 59,9% perilaku seksual remaja dipengaruhi oleh faktor lain.
Dari Rida Bhakti Kencana tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Sikapterhadap Seks Pra Nikah,  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap terhadap seks pra nikah dan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara tingkat pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan sikap terhadap seks pra nikah.














BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Penyakit Menular Seksual adalah penyakit yang penularannya melalui hubungan seksual.Bagian tubuh yang diserag adalah alat kelamin, alat reproduksi, saluran urin, dan anus. Penyakit ini timbul karea melakukan seks bebas.
HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, yaitu virus yang menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi.
Hal-hal yang dapat menyebabkan remaja berisiko terkena PMS dan HIV adalah sebagai berikut : norma moral yang menurun, kurangnya pemahaman tentang seksualitas dan PMS, transportasi yang makin lancar, mobilitas tinggi, urbanisasi dan pengangguran, kemiskinan, pengetahuan, dan pelacuran.
Salah satu penyebab remaja terinfeksi PMS dan HIV adalah karena melakukan seks bebas. Selain itu, penggunaan narkoba, obat-obat terlarang serta menggunakan alat suntik yang sama secara bergantian juga dapat menyebabkan remaja terinfeksi PMS dan HIV.
Ada banyak penelitian tentang PMS dan HIV pada remaja antara lain, penelitian Hari Basuki Notobroto pada tahun 1999 tentang Pengetahuan dan Sikap Siswa SMU dan Guru Bimbingan Konseling di Jawa Timur terhadap Penyakit Menular Seksual dan AIDS. Penelitian tentang Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang Penyakit Menular Seksual. Penelitian Dwi Wahyuningtyas tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Hiv/Aids Dengan Perilaku Seksual Remaja Di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Gondang Kabupaten Sragen Jawa Tengah pada tahun 2009, dan penelitian Rida Bhakti Kencana tentang Hubungan Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang Kesehatan Reproduksi Dengan Sikapterhadap Seks Pra Nikah.


DAFTAR PUSTAKA

1 komentar:

Perusahaan O.D.A.P mengatakan...

BLOG ANDA SANGAT BAGUSSS...
MANFAATKAN BLOG ANDA UNTUK MENGHASILKAN UANG...

DIBUTUHKAN BANYAK KARYAWAN/TI GAJI 15JT/BLN
Add http://www.facebook.com/peluangkerjaonline
1. Penawaran Gaji pokok 2 jt/bln
2. Segala Jurusan SMU, SMK, D1, S1 dll
3. Kerja Secara Online
4. Per Entry Anda dibayar 10 Rb Rupiah, Bila Sehari Anda Sanggup Meng’Entry 50 Data Maka Gaji Anda 10RbX50Data=500Rb Rupiah/Hari. Dalam 1 Bulan 500RbX30Hari=15Juta/Bulan.
5. Tugas dpt dikerjakan melalui HP, Warnet, dll (yg trhubung dg internet)
6. Cara Pendaftaran: Kirim Nama & Alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami dibawah iklan ini, kemudian klik menu "Join Now" & isi form pendaftaran anda, lalu cek email anda utk verifikasi keanggotaan.
http://newkerjaonline2013.blogspot.com/